Minggu, 04 November 2012

Macam-macam Abortus

By : Tif'atul

Dalam materi sebelumnya telah dijelaskan tentang apa itu Abortus.... nah sekarang Macam-macam Abortus dalam Kehamilan, antara lain :
 
1. Abortus spontan
2. Abortus yang disengaja
3. Abortus tidak aman
4. Abortus septik
Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Tahapan abortus spontan meliputi :
  1. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut).
  2. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi : abortus inkomplit atau abortus komplit).
  3. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan).
  4. Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan).
Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas.
Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya.
Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan.
semoga bermanfaat....

By : Marianah
Oligohidramnion

      1.  Pengertian
Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal,yaitu kurang dari ½ liter. Biasanya cairan kental,keruh,berwarna kuning kehijau-hijauan.
       2.   Etiologi
Sebab yang pasti belum diketahui,tetapi disangka ada kaitannya dengan renal agenesis janin.sebab primer munkin karena pertumbuhan amnion kurang baik.sedangkan sebab sekundernya :misalnya pada ketuban pecah dini.
3.      Patifisologi
Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit).
Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir, dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah Potter). Selain itu, karena ruang di dalam rahim sempit, maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal.
Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik), sehingga pada saat lahir, paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Pada sindroma Potter, kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan, baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi.
Dalam keadaan normal, ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma Potter.
Gejala Sindroma Potter berupa :
-     Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh, terdapat lipatan epikantus, pangkal hidung yang lebar, telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang).
-     Tidak terbentuk air kemih
-     Gawat pernafasan.
4. Gambaran klinis
a.          Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada ballotemen.
b.         Ibu merasa nyeri di perut pada setiap pergerakan janin.
c.          Sering berakhir dengan partus prematurus.
d.         Bunyi jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar lebih jelas.
e.          Persalinan lebih lama dari biasanya.
f.          Sewaktu his akan sakit sekali.
g.         Bila ketuban pecah, air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar.

Wanita dengan kondisi berikut memiliki insiden oligohidramnion yang tinggi.
·       Anomali kongenital (misalnya : agenosis ginjal, sindrom patter).
·       Retardasi pertumbuhan intra uterin.
·       Ketuban pecah dini (24-26 minggu).
·       Sindrom paska maturitas.

5 . Akibat Oligohidramnion
·              Bila terjadi pada permulaan kehamilan maka janin akan menderita cacat bawaan dan pertumbuhan janin dapat terganggu bahkan bisa terjadi partus prematurus yaitu picak seperti kertas kusut karena janin mengalami tekanan dinding rahim.
·              Bila terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut akan terjadi cacat bawaan seperti club-foot, cacat bawaan karena tekanan atau kulit jadi tenal dan kering (lethery appereance).
6. Pemeriksaan Penunjang
·           USG ibu (menunjukkan oligohidramnion serta tidak adanya ginjal janin atau ginjal yang sangat abnormal)
·           Rontgen perut bayi
·           Rontgen paru-paru bayi
·           Analisa gas darah.

7. Tindakan konservatif
·           Tirah baring.
·           Hidrasi.
·           Perbaikan nutrisi.
·           Pemantauan kesejahteraan janin (hitung pergerakan janin, NST, Bpp).
·           Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan amnion.
·           Amnion infusion.
·           Induksi dan kelah

8. Diagnosa Banding
Ketuban pecah sebelum waktunya.

9. Prognosis
Prognosis oligohidramnion tidak begitu baik terutama untuk janin.




Sabtu, 03 November 2012

Pre Eklampsia


By. Tri megawati

A.    Pengertian Pre-eklamsia
Preeklamsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria, dan edema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke tiga pada kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa.


B.     Etiologi
1.      Peran prostasiklin dan trombiksan
Pada preeklamsia dan eklamsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskular, sehingga terjadi penurunan produksi prostsiklin (PGI 2) yang pada kehamilan normal meningkat, aktifasi pengumpulan dan fibrinolisis, yang kemudian akan digant trombin dan plasmin,trombin akan mengkonsumsi anti trombin III, sehingga terjadi deposit fibrin. Aktifasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TXA2) dan serotonin, sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel.
2.      Peran faktor imunologis
Preeklamsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbu lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat ditererangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. Beberapa data yang mendukung adanya sistem imun pada penderita PE-E, beberapa wanita dengan PE-E mempunyai komplek imun dalam serum, beberapa studi juga mendapatkan adanya aktifasi sistem komplemen pada PE-E diikuti proteinuria.
3.      Faktor genetik
Beberapa bukti menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian PE-E antara lain : (1) preeklamsia hanya terjadi pada manusia; (2) terdapatnya kecenderungan meningkatnya frekuensi PE-E pada anak-anak dari ibu yang menderita PE-E; (3) kescenderungan meningkatnya frekuensi PE-E pada anak dan cucu ibu hamil dengan riwayat PE-E dan bukan pada ipar mereka; (4) peran renin-angiotensin-aldosteron sistem (RAAS).

C.    Faktor Predisposisi
a.       Primigravida / Multigravida
b.      Sosial-ekonomi
c.       Mempunyai kecenderungan penyakit hipertensi dalam kehamilan atau faktor keturuna.
d.      Mempunyai riwayat penyakit yang menyertai seperti : DM, Ginjal dan Jantung.
e.       Kehamilan ganda
f.       Mola hidatidosa
g.      Obesitas
h.      Umur lebih dari 35 tahun.


D.    Tanda dan Gejala
1.      Pre Eklamsi Ringan (PER)
a.       Tekanan darah sistole 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
b.      Tekanan darah diastolik 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
c.       Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam 1 minggu.
d.      Protein uria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif positif 1 sampai positif 2 pada urin katerer atau urin aliran pertengahan.
2.      Pre Eklamsi Berat (PEB)
a.       Tekanan darah 160 / 110 mmHg.
b.      Oligouria, urin kurang dari 3 cc / 24 jam.
c.       Protein urin lebih dari 3 gr / liter.
d.      Keluhan subjektif : nyeri epigastrium, gangguan penglihatan, nyeri kepala, odema paru, dan sianosis gangguan kesadaran.
e.       Pemeriksaan : kadar enzim hati meningkat disertai ikterus, perdarahan pada retina, tromosit kurang dari 100.000 /mm. Peningkatan tanda gan gejala pre eklamsia berat memberikan petunjuk akan terjadinya pre eklamsia. 

E.     PENATALAKSANAAN
1)      Penanganan di Puskesmas
·         Menyiapkan surat rujukan yang berisikan riwayat pen-derita.
·         Menyiapkan partus set dan tongue spatel (sudip lidah).
·         Menyiapkan obat-obatan antara lain: valium injeksi, antihipertensi, oksigen, cairan infus dextrose/ringer laktat.
·         Pada penderita terpasang infus dengan blood set.
·         Pada penderita eklampsia, sebelum berangkat diinjeksi valium 20 mg/iv, dalam perjalanan diinfus drip valium 10 mg/500 cc dextrose dalam maintenance drops.
·         Diberikan oksigen, terutama saat kejang, dan terpasang tongue spatel.
2)      Penanganan di Rumah Sakit
§  Segera rawat di ruangan yang terang dan tenang, terpasang infus Dx/RL dari IGD.
§  Total bed rest dalam posisi lateral decubitus.
§  Diet cukup protein, rendah KH-lemak dan garam.
§  Antasida.
§  Anti kejang:
o   Sulfas Magnesikus (MgSO4)
o   Diazepam
§  Diuretika Antepartum: manitol
§  Anti hipertensi, Indikasi: T > 180/110
§  Kardiotonika, Indikasi: gagal jantung

Kamis, 01 November 2012

ABORTUS

  Oleh : Pina Eka

Pengertian
Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar. Atau berakhirnya kehamilan pada usia kehamilan kurang 20 minggu dan berat badan anak kurang dari 500 gram. 
Penyebab
Usia, Jarak hamil dan bersalin yang terlalu dekat, Paritas ibu, Riwayat kehamilan yang lalu, Infeksi ibu, Psikologi ibu, Truma fisik, Radiasi obat – obatan dan bahan kimia 
Tanda dan Gejala Khusus 
Abortus iminen :perdarahan sedikit-sedikit, nyeri memiliki, pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan, tidak diketemukan kelainan pada serviks. 
Abortus insipien : perdarahan banyak (kadang ada gumpalan), nyeri akibat kontraksi rahim yang kuat, sudah terjadi pembukaan serviks.    
Abortus inkomplit :Janin sudah keluar tetapi perdarahan masih terus berlangsung karena masih ada plasenta yang tertinggal, Serviks tetap membuka tetapi bila dibiarkan lama kelamaan akan menutup. 
Abortus komplet :perdarahan akan segera berkurang setelah janin keluar, serviks segera menutup kembali. 
Abortus infeksious : demam, kadang mengiggil, lokea berbau busuk dan disertai infeksi pada genetalia. 
Missed abortion : rahim tidak membesar bahkan mengecil, buah dada mengecil kembali, amenorhoe berlangsung terus.
Abortus habitualis : terjadi 3 kali atau lebih dan  berturut-turut, kegagalan reaksi terhadap antigen lymphocyte trophoblast cross.
Tanda dan Gejala Umum
Perdarahan sedikit atau banyak, Perut mules dan tegang yang teramat sangat , Kehilangan tanda – tanda kehamilan, Tidak enak badan, merasa lemas atau tidak fit.
Komplikasi
 Perdarahan, Infeksi, Kanker ganas
Pencegahan   
 Ibu tidak boleh bekerja terlalu berat.
Saat melakukan hubungan tidak diperbolehkan penetrasi terlalu dalam
Makan makanan yang bergizi
Periksa ANC secara teratur
Hindari faktor penyebab.
Jangan stress.