Senin, 26 November 2012

Sebelum m...EPIDEMIOLOGI MALARIA DALAM KEHAMILAN
Angka kesakitan penyakit ini masih cukup tinggi, terutama di daerah Indonesia bagian timur. Di daerah endemis malaria masih sering terjadi letusan kejadian luar biasa (KLB) malaria. Di daerah Timika, 20 persen ibu hamil yang melahirkan positif malaria. Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, 70 juta penduduk tinggal di daerah endemik malaria dan 56,3 juta penduduk diantaranya tinggal pada daerah endemik malaria sedang sampai tinggi dengan 15 juta kasus malaria klinis dan 43 ribu di antaranya meninggal. Dari data-data yang lain, jumlah penderita malaria cenderung mengalami kenaikan pertahunnya. Tahun 2006, wabah malaria dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di 7 provinsi, 7 kabupaten, 7 kecamatan, dan 10 desa dengan jumlah penderita mencapai 1.107 orang, 23 di antaranya meninggal. Tahun berikutnya (2007) KLB terjadi di 8 provinsi, 13 kabupaten, 15 kecamatan, dan 30 desa, dengan jumlah penderita mencapai 1.256 orang dan mengakibatkan 74 penderitanya meninggal dunia. (4,5)
Sebagai tambahan terhadap transmisi melalui gigitan nyamuk, Malaria dapat ditularkan melalui transfusi produk darah. Pada bayi, hal ini dapat terjadi setelah transfusi sederhana. Onset gejala pada neonatus yang terinfeksi oleh produk darah berkisar dari 13 hingga 21 hari. Reinhardt dan rekannya menemukan bahwa plasenta terinfeksi pada 45 % wanita primipara dibandingkan dengan 19 % wanita dengan lima parietas. Kecenderungan ini menuju pada peningkatan resistensi malaria dengan parietas yang telah ditujukan pada beberapa peningkatan imunitas yang dapat diperkirakan sesuai dengan peningkatan usia.(6)




EPIDEMIOLOGI MALARIA DALAM KEHAMILAN
OLEH: TIF'ATUL MARWIYAH


DEMAM BERDARAH DENGUE DALAM KEHAMILAN
OLEH MARIANAH: 

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue, dengan jalur transmisi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD mengakibatkan demam, kecenderungan perdarahan, trombositopenia, dan kebocoran plasma
Kehamilan tidak mempengaruhi perjalanan klinis DBD. Penyakit ini hampir tidak pernah mengakibatkan kelainan kongenital, tetapi kematian janin mungkin terjadi. Pada pasien hamil dengan risiko tinggi perdarahan (misal plasenta previa), infeksi DBD dengan trombositopenia menambah risiko perdarahan. Demikian pula terdapat kenaikan risiko perdarahan dan anemia postpartum
Tansmisi vertikal virus dengue, meskipun jarang, telah dilaporkan. Keadaan ini umumnya terjadi bila infeksi dengue terjadi menjelang kelahiran dan mengakibatkan bayi baru lahir mengalami kondisi klinis seperti DBD pada umumnya
Penyakit DBD didiagnosis berdasarkan kriteria WHO 1986, meliputi :
- Kriteria klinis : demam tinggi mendadak tanpa sebab jelas terus menerus 2-7 hari, manifestasi perdarahan, pembesaran hati, syok/kegagalan sirkulasi dan perfusi
- Kriteria laboratoris : trombositopenia<100.000, hemokonsentrasi/peningkatan hct >=20%
DBD didiagnosis bila terdapat minimal 2 tanda klinis, trombositopenia & hemokonsentrasi.
Tindakan pencegahan DBD meliputi menghindari gigitan nyamuk, fogging fokus, abatisasi, dan pemberantasan sarang nyamuk. Penderita harus disarankan banyak minum air, menghindari pemakaian salisilat atau obat anti inflamasi non steroid lain (misal ibuprofen). Panas badan dapat dicoba diatasi dengan kompres dan bila diperlukan dengan parasetamol. Antibiotika pada dasarnya tidak perlu diberikan. Pasien perlu mendapat perhatian saat panas mulai turun, atau bila ada keluhan nyeri perut, mual dan muntah.

Minggu, 18 November 2012


ANEMIA DALAM KEHAMILAN
By. Tri megawati
A.    ETIOLOGI
Seseorang di sebut menderita anemia bila kadar hemoglobin ( HB ) kurang dari 10 gr%, di sebut anemia berat, atau bila kurang dari 6 gr%, di sebut anemia gravis .
Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12-15 gr% dan hematokrit 35-54%. Angka-angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil. Oleh karena itu, pemeriksaan, hematokrit dan hemoglobin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal.

Penyebab anemia umumnya adalah:
• Kurang gizi (malnutrisi )
• Kurang zat besi dalam diet
• Malabsorbsi
• kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, haid  dll.
• Penyakit –penyakit kronik: tbc, paru, cacing usus, malaria dll.

Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan , persalinan , dan Nifas:
• Keguguran
• Partus Prematurus
• Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah
• Atonia uteri dan  menyebabkan pendarahan
• Syok
• Afibrinogenemia dan hipofibrinogenimia
• Infeksi intrapartum dan dalam nifas
• Bila terjadi anemia gravis (Hb di bawah 4 gr%) terjadi payah jantung, yang
bukan saja menyulitkan kehamilan dan persalinan, bahkan bisa fatal.

Pengaruh Anemia terhadap hasil konsepsi
• Keguguran
• Kematian jann dalam kandungan
• Kematian janin waktu lahir
• Kematian perinatal tinggi
• Prematuritas
• Dapatterjadi cacat bawaan
• Cadangan besi kurang

B.     KLASIFIKASI
Klasifikasi Anemia dalam kehamilan
• Anemia defisiensi besi (62,3%)
• Anemia megaloblastik (29,05)
• Anemia hipoplastik (8,0%)
• Anemia hemolitik ( sel sickle) (0,7%)

Anemia defisiensi besi (62,3%)
Anemia jenis ini biasanya berbentuk normositik dan hipokromik serta paling banyak di jumpai. Penyebabnya telah dibicarakan di atas sebagai penyebab anemia umumnya.

Pengobatan
Kemasan zat besi dapat di berikan peroral atau parenteral.
• Per oral: sulfas ferosus atau glukonas ferosus dengan dosis 3-5 x0,20mg.
• Parenteral: di berikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian  per oral atau absorbsi di saluran pencernaan kurang baik, kemasan diberikan secara intra muskuler atau intravena. Kemasan ini antara lain : imferon, jectover, dan ferrigen. Hasilnya lebih cepat dibandingkan per oral.

Anemia megaloblastik
Anemia megaloblastik biasanya berbentuk makrositik tau pernisiosa. Penyebany adalah karena kekurangan asam folik, jarang sekali akibat karena kekurangan vitamin B12. biasanya karena malnutrisi dan infeksi yang kronik

Pengobatan:
•  asam folik 15-30mg per hari
• vitamin B12 3×1 tablet per hari
• sulvas ferosus 3×1 tablet per hari
• pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat di
berikan tranfusi darah.
Anemia hipoplastik
Anemia hipoplastik disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel-sel darah merah baru, untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan:
• Darah tepi lengkap
• Pemeriksaan pungsi sternal
• Pemeriksaan retikulosit dan lain-lain.

Anemia hemolitik
Anemia hemolitik disebabkan oleh penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya ini disebabkan oleh :
• Faktor intracorpusculer : dijumpai pada anemia hemolitik heriditer ; talasemia;
anemia sickle ( sabit); hemoglobinopati C, D,G, H , I; dan parasismal nocturnal
hemoglobinuria.
• Faktor ekstrakorpuskuler: disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam, dan
dapat beserta obat-obatan ; leukemia, dll

Gejala utama adalah : Anemia dengan kelainan- kelainan gambaran darah, kelemahan, kelelahan serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.

Buka Gamb...


INFEKSI TRAKTUS URUNARIUS DALAM KEHAMILAN

OLEH MARIANAH

Infeksi traktus urinarius merupakan komplikasi yang sering terjadi selama kehamilan. Pada sebagian penderita, infeksi sering terbatas pada traktus urinarius bawah. Infeksi dapat asimtomatik ( bakteriuria asimptomatik ) atau simptomatik ( sistitis akut ). Namun bila tidak diterapi, infeksi akan menjalar ke atas hingga terjadi pielonefritis akut.
Faktor predisposisi terjadinya bakteriuria dan infeksi traktus urinarius selama kehamilan oleh karena perubahan hormonal dan pengaruh mekanik yang berakibat: aliran urin relatif statis di ureter, gangguan pengosongan kandung kemih, peningkatan residu urin, penigkatan prevalen refluks vesiko ureter. Peningkatan pH urin.
Pada epidemiologi, faktor risiko lain adalah usia, paritas,  sickle, cell trai t, sosio ekonomi rendah, riwayat infeksi traktus urinarius sebelumnya, diabetes, kelainan anatomitraktus urinarius. Batasan infeksi traktus urinarius adalah adanya organisme yang tumbuh dan merusak traktus urinarius. Secasra klinis, hal ini dihubungkan  dengan jumlah bakteri  dalam sampel urin. Disebut bakteriuria bermakan bila kultur terdapat  105 colony-forming init (CFU ) bakteri per mL urin porsi tengah, 2 kali pengambilan  sampel  pada hari yang berbeda untukmeningkatkan nilai prediktif . bila pengambilan sampel hanya1 kali, terjadi 40% positif palsu. Kultur urin untuk menegakkan diagnosis masih menjadi gold standar.
GEJALA ???
Secara garis besar terdapat tiga gangguan yang sering dikeluhkan ibu hamil, yaitu berkaitan dengan gangguan penampungan, gangguan berkemih, dan stress inkontinensia. Gangguan penampunagn menimbulkan perasaan urgensi untuk berkemih. Frekuensi dan nokturia meningkat selama kehamilan karena peningkatan output urin. Urgensi terjadi pada 60% kehamilan, 10-19% mengalami urge inkontinensia pada trimester III yang biasanya disertai iritabilitas detrusor. Inkontinensia urgensi  dan iritabilitas detrusor akan menghilang pasca persalinan.
Gangguan berkemih berupa pancaran berkemih yang lemah pada 25 %  wanita dan 30%  mengalami perasaan tidak puas setelah berkemih, retensi urin postpartum  juga dapat disebabkan pemakaian analgesi epidural, dan partus tindakan . stress inkontinensia dialami 30-60 % wanita hamil. Faktor yang meningkatkan risiko adalah obesitas, grande multipara, dan partus pervaginam operatif.
Kadang-kadang muncul hematuria yangmerupakan kelainan fisiologis akibat meningkatnya fragilitas pembuluh vena tubuli ginjal. Nyeri di bawah tulang rusuk adan nyeri pinggang mungkin merupakan gejala batu saluran kencing. Hidronefrosis, pielonefritis   atau ruptur ginjal spontan, hal ini merupakan gejala yang tidak berkaitan dengan kehamilan.

Jumat, 16 November 2012

 DM DALAM KEHAMILAN
by marianah  
Diabetes gestational (gestational diabetes, GDM) didefinisikan sebagai intoleransi karbohidrat yang dimulai atau pertama kali diketahui pada saat kehamilan. GDM terjadi lebih dari 4% pada wanita hamil. Angka kejadian GDM meningkat sering dengan bertamba gemuknya dan bertambah tuanya wanita yang hamil. Wanita dengan GDM memiliki peningkatan risiko komplikasi dalam kehamilan dan lebih lanjut lagi, peningkatan risiko komplikasi dalam kehamilan dan lebih lanjut lagi, peningkatan risiko komplikasi diabetes tipe 2 (brunner dan suddarth, 2002)
Pada pasien dengan diabetes gestational, intervensi gaya hidup dan terapi menggunakan insulin sebagi tambhan untuk hiperglikimia ibu yang menetap (persistem maternal hyperglycymia) telah terbukti memperbaiki hasil akhir (outcome) perinatal. Namun penggunaan insulin juga disertai denga kejadian hipoglikimia dan pengkatan berat badan, sehingga diperkirakan pemberian OHO (obat hipoglikimia oral) yang aman dan efektif lebih memberikan manfaat dibandingkan insulin (Tjokronegoro, 2002).

BAHAYA TOXOPLASMA PADA KEHAMILAN

Oleh : Pina Eka Setiyawati

Toxoplasma gondii adalah parasit yang menumpang hidup pada hewan “induk semang” seperti kucing, anjing, kelinci, kambing, atau babi. Anda mungkin saja terinfeksi parasit ini jika berjalan tanpa alas kaki di permukaan tanah yang kebetulan tercemar parasit tersebut. Begitu juga bila Anda mengonsumsi daging yang kurang sempurna pematangannya, atau sayuran dan buah-buahan mentah tanpa dicuci bersih. Penderita mengalami demam, sakit kepala, badan lemah, pembengkakan kelenjar getah bening, penghlihatan terganggu, disorientasi, gemetar, kejang, bahkan perubahan kepribadian.

Melalui pemeriksaan darah di laboraturium.

  • Ada antibody immunoglobulin M (IgM), berarti di dalam tubuh sedang terjadi infeksi toksoplasma akut (belum lama terjadi).

  • Kadar immunoglobulin G (IgG) meningkat empat kali lebih tinggi dari hasil pemeriksaan tiga minggu sebelumnya, juga menunjukkan aktifnya infeksi.

    Memang, meski seseorang dinyatakan positif terinfeksi toksoplasma, belum tentu langsung tampak gejala sakit. Bila daya tahan tubuh orang tersebut kuat, parasit tidak aktif, hanya “tidur.” Setelah kondisi tubuh orang itu lemah, infeksi menjadi aktif. Risiko terjadinya kelainan berat pada janin lebih besar bila terinfeksi di trimester pertama dan kedua.  Namun, kemungkinan tertular di trimester ini lebih rendah dibanding di trimester akhir. Bila terinfeksi, janin mengadapi risiko seperti:

  • Kelainan sistemik, seperti kuning, pembesaran hati dan limpa, juga pendarahan.

  • Kelainan saraf mata.

  • Gangguan fungsi saraf pusat (gangguan kecerdasan dan keterlamabatn bicara).

  • Cacat bawaan, seperti pembesaran kepala (hydrocephalus).

  • Keguguran.

Seperti kita ketahui bahwa infeksi toxoplasmosis pada kehamilan dapat berbahaya dan menginfeksi bayi dalam kandunganya juga dengan berbagai komplikasi yang berbahaya, maka pencegahan adalah yang terbaik daripada mengobati.

Beberapa tips pencegahan terhadap toxoplasmosis secara umum dan selama kehamilan :

·         Sebaiknya bila Anda merencanakan kehamilan maka konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan test toxoplasmosis sebelum kehamilan Anda, tujuanya bila memang Anda positif terinfeksi, maka dapat dilakukan pengobatan yang optimal sebelum memasuki kehamilan Anda.

·         Hindari makan makanan yang dimasak mentah atau setengah matang.

·         Bersihkan dan cucilah dengan baik buah-buahan atau sayuran sebelum dimakan.

·         Bersihkan tangan, alat-alat dapur (seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya.

·         Jangan minum susu unpasteurized dari hewan.

·         Bila Anda membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, dan cucilah tangan atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya, bila Anda sedang hamil.

·         Pakailah sarung tangan bila Anda ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan Anda, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.

·         Untuk Anda yang memelihara kucing :

ü  Bila Anda memelihara kucing, maka saat Anda mencoba untuk hamil atau sedang hamil, serahkanlah tugas membersihkan kotoran kucing kepada anggota yang lainnya.

ü  Bersihkanlah kotoran kucing Anda setiap hari dan ingat untuk menggunakan sarung tangan dan cucilah tangan Anda setiap selesai membersihkan.

ü  Cucilah tangan setiap selesai bermain dengan kucing Anda

ü  Buanglah kotoran kucing dalam plastik ke tempat sampah, jangan menanam atau meletakanya di dekat kebun atau taman Anda.

ü  Jangan memberi makan daging mentah untuk kucing Anda.

ü  Periksakanlah ke dokter hewan bila Anda melihat bahwa kucing Anda terdapat tanda-tanda sakit.

ü  Kucing yang dipelihara didalam rumah, yang tidak diberi daging mentah, dan tidak menangkap burung atau tikus, biasanya tidak terinfeksi.